Langsung ke konten utama

Road to Badan Kepegawaian Negara (BKN) 2017

Page 21 of 365



Di postingan sebelumnya aku pernah bilang akan menulis pengalaman ku tentang Road To BKN 2017 dan mendekati masa pembukaan CPNS 2018 yang kabarnya akan diselenggarakan pada bulan Februari nanti beberapa teman juga sudah mulai bertanya-tanya soal pengalaman aku selama tes hingga akhirnya lulus. Akhirnya aku putuskan untuk menjawab pertanyaan teman-teman lewat postingan berikut. Sebenarnya sudah dari dua minggu lalu aku ingin menulis post ini tapi ternyata ada pesanan souvenir nikahan dari customer jadi aku memproduksi souvenir terlebih dahulu baru deh nulis. Lumayan cyiin dapat tambahan uang jajan, kan hitungannya masih pengangguran sebelum NIP keluar. Hehe. Postingan ini sepertinya akan panjang karena mencakup pengalaman aku mulai dari Seleksi Administrasi sampai Pengumuman Akhir. You can prepare your tea and biscuit first and continue this article. Enjoy!

Yuk lah mulai nulis pengalamannya.
Ini kedua kalinya aku ikut seleksi CPNS, yang pertama itu sebulan sebelumnya yaitu seleksi CPNS Periode I 2017 di Kemenkumham dan gagal di Seleksi Kemampuan Dasar (SKD). Tahap SKD sudah gagal, Fit? Iya, gimana mau lulus nyebut Kemenkumham aja aku butuh waktu sebulan biar lurus nyebutinnya, biar gak nyebutnya Kemenhumkam lagi. Hehe.


Pemilihan K/L dan Seleksi Administrasi

Setelah gagal dan mengambil hikmah dari tes pertama aku bahagia mendengar ternyata pelamar yang sudah pernah dan masih terdaftar sebagai peserta seleksi CPNS Periode I masih boleh mendaftar di Seleksi CPNS Periode II. Pembukaan pendaftaran dimulai pada 11 September 2017 dan berakhir pada 25 September 2017 pada pukul 23.59 WIB.

Akhirnya aku membuka kembali situs pendaftaran CPNS sscn.bkn.go.id untuk melakukan pendaftaran dan aku kaget ternyata pada Periode II itu ada 60 Kementerian/Lembaga yang  membuka pendaftaran ditambah 1 Pemerintah Daerah yaitu Pemda Provinsi Kalimantan Utara. Kebayangkan berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk mendata K/L yang membuka lowongan bagi Sarjana Administrasi Negara? Tapi ya jangan buang-buang energi lah, toh cita-cita terbesar aku itu mau menjadi peneliti jadi aku langsung fokus ke Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan setelah membaca pengumuman LAN aku jadi down karena seleksinya hanya dilaksanakan di Kantor Pusat atau Kantor Penempatan. Di pengumuman tersebut tidak ada lowongan untuk Medan artinya kalau aku tetap ingin mendaftar ke LAN aku harus ujian di luar Sumut dan lokasi terdekat itu Kantor Regional Banda Aceh. Setelah aku pertimbangkan seleksi CPNS ini minimal ada 3 tahapan, dari satu tahap ke tahap selanjutnya biasanya memerlukan waktu 3 sampai 4 minggu, artinya keseluruhan proses membutuhkan waktu setidaknya 3 bulan. Kalau harus ujian ke Banda Aceh artinya aku harus 3 kali melakukan perjalanan pulang pergi Banda Aceh-Medan/Siantar dan pasti biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit dan akunya juga yang gak sanggup pulang pergi gitu karena sering mabuk perjalanan.

Akhirnya dengan berat hati aku mengesampingkan pengumuman CPNS LAN dan mencharge energi kembali untuk menemukan lowongan yang dibuka bagi Sarjana Administrasi Negara. Aku mengunduh seluruh lampiran pengumuman dari 60 K/L supaya lebih mudah membacanya. Padahal niat awalnya gak mau buang-buang energi ya ujung-ujungnya tetap harus baca semua pengumuman. This is life cyiin, sometimes you try to be eficient but end up tragic. Ha ha ha.

Setelah mempertimbangkan beberapa hal ini dan itu, aku menjatuhkan pilihan pada Badan Kepegawaian Negara. Kenapa? Pertama, aku boleh milih lokasi penempatan dimana saja dan lokasi seleksi dimana saja. Gak  akan repot urusan persiapan ke luar provinsi dan tentunya hemat biaya karena aku hanya perlu ujian di BKN Medan dekat dengan kos. Kedua, BKN mempersyaratkan pelamar untuk melampirkan sertifikat TOEFL dengan minimal skor 480. Aku pikir teman-teman pelamar lainnya yang spesifikasi kompetensinya sama seperti aku tetapi tidak memiliki sertifikat TOEFL tidak akan tertarik untuk melamar ke BKN. Less competitor cyiin, pinter ya akunya. Dan yap, ternyata di hari pelaksanaan SKD pelamar BKN itu tidak sebanyak yang aku banyangkan. Itu saja pertimbangannya? Tidak ada pertimbangan lain yang berhubungan dengan pekerjaan nantinya? Gak mau mikir repot-repot shayy, aku sebenarnya half worried half excited waktu melamar CPNS, setengah berharap setengah pasrah kok. Hehe.

Setelah sibuk dengan pertimbangan pemilihan K/L aku kemudian sibuk mempertimbangkan soal formasi dan lokasi penempatan yang aku inginkan. Sebenarnya aku ingin melamar di Medan saja, tapi formasi untuk sarjana Administrasi Negara itu rata-rata cuma akan menerima 1 pelamar saja, belum lagi harus bersaing dengan teman-teman dari jurusan manajemen dan hukum untuk posisi yang sama. Aku berfikir kalau cuma menerima 1 orang saja di posisi tersebut dan aku ternyata bersaing dengan pelamar yang punya “power” ya udah shayyy bhay-bhay deh akunya. Saat itu, sejujurnya aku ragu soal CPNS “bersih” sampai aku membuktikan sendiri kalau CPNS kali ini bersih, gak cuma pengalaman aku tapi pengalaman teman-teman lain di BKN.

Akhirnya aku memutuskan untuk tidak melamar ke Kanreg Medan. Aku mencari Kanreg terdekat lagi dan menemukan 3 pilihan yaitu Kanreg Padang, Kanreg Pekanbaru dan Kanreg Banda Aceh. I had no idea about Pekanbaru, so I forgot it. Soal Padang, ntah kenapa tidak tertarik padahal kalau mau Pulang Basamo jadi lebih gampang ya kan? Setelah mengingat kembali cerita orang-orang soal how amazing Aceh tentunya setelah mendapat restu Ibu Asmarni ya, akhirnya aku memutuskan untuk melamar ke Kanreg Banda Aceh untuk formasi Analis Kepegawaian Pertama.
Kenapa formasi Analis? Jangan tanya. Aku juga awalnya gatau mau milih antara Auditor Kepegawaian Pertama atau Analis Kepegawaian Pertama. Anggap saja itu takdir. Setelah mendaftar akhirnya aku membuat-buat alasan biar kedengarannya agak keren padahal jatuhnya konyol, aku milih analis karena selama ini kan aku kerjaannya asisten peneliti yang terbiasa melakukan analisis terhadap data dan fakta lapangan, jadi pekerjaan Analis udah cucok meong deh dengan passion akoh selama ini Kakaaaa. Cucok kan kakaaaa? Udah iyain aja.

Setelah itu aku mendaftar ke sscn.bkn.go.id untuk melengkapi administrasi yang dipersyaratkan. Karena sebelumnya aku sudah pernah mendaftar di Periode I aku tinggal perbaiki beberapa data dan klik beberapa dokumen yang pernah aku unggah untuk diproses kembali sebagai dokumen yang aku lampirkan serta ditambah dengan mengunggah baru beberapa dokumen yang di Periode I tidak dipersayaratkan untuk dilampirkan. Proses seleksi administrasi selesai dan tinggal menunggu pengumuman.

Alhamdulillah akhirnya lulus administrasi dan boleh untuk mengikuti tes SKD.
Catatan: Sebenarnya aku tidak punya pengalaman khusus soal Seleksi Administrasi jadi aku hanya akan membagikan pengalam teman-teman BKN di grup yang bercerita tentang pengalaman beberapa teman mereka yang gagal di tahap ini. Beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Akreditasi, kalau ada K/L yang mempersyaratkan Akreditasi sebaiknya baca terlebih dahulu pengumuman dengan teliti apakah yang diminta akreditasi terbaru atau kah akreditasi ketika teman-teman lulus. Beberapa pelamar yang tidak lulus seleksi dari K/L lain diberi keterangan alasan kelulusan mereka soal ini di akun sscn masing-masing.

2. Ijazah/Transkrip, kalau dipersyaratkan untuk mengunggah ijazah/transkrip yang sudah dilegalisir jangan lupa untuk melampirkannya. Kalau keterangannga hanya ijazah/transkrip saja tanpa ada tambahan “yang telah dilegalisir” dan sekiranya teman-teman ragu silahkan baca ulang dan pastikan kembali ke Panitia melalui email, web, fanpage, twitter, atau pun telepon untuk lebih amannya.

Seleksi Kemampuan Dasar (SKD)

Setelah dinyatakan lulus administrasi tahapan selanjutnya yang aku lalui adalah SKD. Tahapan ini tahapan yang paling populer di seleksi CPNS karena sistem Computer Assisted Test (CAT) nya. Kalau mau tau tentang CAT silahkan googling ya shayy, aku juga gak paham menjelaskannya. Duuuuh CPNS BKN receh amat pengetahuannya tentang CAT. #JanganDitiru

Tahap SKD ini ada aturan mainnya ya. Soal pada tahap SKD ini ada sebanyak 100 soal dan waktu yang disediakan untuk menyelesaikannya adalah 90 menit artinya tiap soal rata-rata harus diselesaikan kurang dari 1 menit. Aturan lainnya adalah berdasarkan Keputusan Menteri PAN-RB No. 22 Tahun 2017 ditetapkan adanya ambang batas (passing grade) untuk tiap materi yang diujikan.

Berikut rinciannya beserta materi yang diujikan di tahapan SKD yaitu :
1.Tes Wawasan Kebangsaan (TWK); Passing grade minimal 75. Tiap soal yang benar diberi skor 5, artinya minimal peserta harus menjawab 15 soal dari 35 soal yang ada. Materi soalnya seputar Pancasila, UUD, Sejarah.
2. Tes Intelegensi Umum (TIU): Passing grade minimal 80. Tiap soal yang benar diberi skor 5, artinya minimal peserta harus menjawab 16 soal dari 35 soal yang ada. Materi soalnya mirip materi tahapan selesksi psikotes kalau melamar di Perusahaan Swasta atau lebih tepatnya mirip Tes Potensi Akademik (TPA) waktu SNPMTN dulu deh. (Padahal gak pernah ikut SNMPTN, sok tau ih)
3. Tes Kepribadian (TKP): Passing grade minimal 143. Materi bagian ini penuh tentang kepribadian. Peserta akan diberikan soal mengenai suatu masalah dan nantinya akan diberi 5 pilihan jawaban sebagai respon peserta terhadap masalah tersebut. Tiap jawabannya punya skor mulai dari 1-5. Kalau mau mencuri poin menurut aku paling memungkinkan di bagian TKP ini karena tidak ada nilai 0. Kebanyakan peserta seleksi CPNS nilainya paling tinggi di TKP.

Sebelum diumumkan lulus Seleksi Administrasi, akunya sudah yakin sekali lulus karena Periode I juga Seleksi Administrasinya lancar tanpa hambatan. Jadi dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi aku sudah mulai persiapan untuk memenangkan SKD dengan cara membahas soal-soal SKD yang pernah dikirimin Jere ke aku waktu aku lagi persiapan seleksi di Ombudsman RI. Soal-soal tersebut yang Jere pelajari waktu persiapan CPNS Tahun 2014 di Pemda Tebing Tinggi dan akhirnya lulus. Yeey! Congrats Jere, you inspire me.

Selain soal-soal yang dikirimin Jere, aku juga belajar dari buku soal-soal persiapan CPNS yang aku beli di Gramedia. Bukunya bagus, ada CD nya juga jadi bisa buat simulasi ujian CAT nya sekalian. Tapi aku gak pakai CD nya karena laptop aku blum upgrade keterangnnya “your windows not support bla bla.” Ya udinlah ya ikhlasin aja CD nya, kalau mau simulasi bisa kok lewat situs simulasi yang disediain BKN dan KemenPAN-RB.

Aku punya metode sendiri ketika persiapan SKD. Apa aja? Ini ya aku jabarkan :
1. Harus sediakan waktu khusus buat belajar biar fokus. Akunya sendiri ketika persiapan SKD asli jadi anak rumahan, anak kamaran deh lebih tepatnya. Aku balik ke rumah Siantar biar gak terpancing buat main kesana-kemari ketemu teman disana-dimari. Pokoknya usaha biar lebih fokus. Walaupun pada akhirnya tetap aja aku baru fokus belajar tengah malem. Kebiasaan sejak kuliah cyiin.
2. Buat daftar materi yang biasanya ada di soal SKD. Jadi akunya bisa tau materi apa yang belum aku pahami atau malah belum pernah aku dengar sama sekali. Daftar materi tersebut aku dapat selama menjawab soal-soal latihan yang ada. Jadi tiap soal aku klasifikasikan masuk ke materi apa. Apakah UUD, Pancasila, Sejarah Kemerdekaan, Politik Luar Negeri, ASEAN, PBB, dll.
3. Pelajari Materinya satu-satu sampai paham dan hapal kalau gak hapal-hapal kali gak apa juga sih toh pilihan berganda ingat-ingat disitunya nanti, pokoknya materinya dibahas gak main campur-campur biar aku gak bingung. Misalnya, aku hapalin UUD dulu sampai tuntas, mulai dari sejarahnya, tanggal beserta jumlah dan pasal-pasal yang diamandemen, sampai dengan hapalin isi UUD dari awal sampai akhir bahkan aku sampai tulis ulang kerangka UUD nya. Isinya enggak yaa, pegel cuyy banyak. Tapi kalau yang rajin boleh sih. Setelah UUD tuntas barulah aku pindah ke Pancasila. Tapi usahakan jangan terlalu lama di satu materi. Satu hari minimal satu materi ya. Kecuali UUD ada tambahan waktu deh sampe 3 hari. Nah khusus UUD, aku minta tolong kakak aku untuk mengecek hapalan aku soal UUD, kita berdua kayak lagi kuis gitu, jadi dia baca satu pasal aku nebak nomor pasalnya atau aku sambungin kalimat-kalimatnya.
4. Usahakan satu hari menyelesaikan 1 paket soal SKD dan hitung skornya. Besoknya kerjakan paket soal baru dan jangan lupa ulang lagi soal yang kemarin, aku ulang terus  sampai benar semua. Pokoknya sampai hapal mati deh sama model-model soalnya. Pengalaman aku kalau materi Sejarah dan UUD banyak yang sama ketika latihan soal dan ujian, hanya soal Pancasila saja yang tiap simulasi pasti dapat kalimat yang berbeda jadi peserta yang memang harus mengasah kemampuan interpretasi soal bidang Pancasila ini.
5. Usahakan ketika simulasi skor yang di dapat itu tinggi, kalau aku targetnya TWK dan TIU masing-masing 130, TKP 150. Itu target, buat aja setinggi-tingginya, usahakan dapat skor setinggi-tingginya waktu simulasi. Siapa tau ketika ujian sungguhan terkena “gaya gravitasi”  jadi turun sedikit. Kalau dari awal targetnya rendah ya makin parah dong kalau kena gravitasi.

Mari kita masuk ke pengalaman di hari pelaksanaan SKD. SKD dilaksanakan di BKN Kanreg VI Medan di Jl. TB. Simatupang. Kalau dari kosan aku di Pasar I Tanjung Sari dekat kali lah cuma butuh sekitar 10 menit naik gojek, gak pake macet ya karena memang gak ada macet daerah situ.
Seleksi dimulai pukul 08.00 WIB dan peserta diharapkan datang 90 menit sebelumnya. Yang benar aja cuy datang jam tengah 7, aku sih males jadi aku datang jam 7 lewat 5 gitu. Jangan ditiru ya. Sampai di lokasi aku ketemu beberapa wajah familiar ada junior dan senior aku dan tidak ada teman satu angkatan. Sepertinya pelamar dari jurusan Ilmu Administrasi Negara memang sedikit yang melamar ke BKN, kemungkinannya ada 3 sih: pertama, dugaan aku sebelumnya benar, terlalu repot untuk melampirkan sertifikat TOEFL dengan skor 480 atau kedua, mereka ujian di Kanreg lain dan ketiga, aku gak kenal sama alumni Administrasi Negara dari kampus swasta. Ini info penting gak sih? Anggap aja penting.

Sebelumnya ada pengumuman yang menyatakan bahwa ada beberapa dokumen yang harus dibawa ketika SKD, jadi aku bawa semua beserta kartu ujian. Dan ternyata ketika sampai dilokasi yang dibutuhkan hanya kartu ujian dan KTP saja. Infonya ternyata pengumumannya sudah dirubah yang intinya menyatakan dokumen lain belum diperlukan saat SKD. Aku kok ya bisa gak update gitu ya? Iyalah gimana mau update dari sejak lihat pengumuman kelulusan seleksi administrasi sampe pengumuman akhir teman-teman aku semua yang ngecekan webstitenya. -_-

Alhamdulillah proses registrasi lancar dan tiap peserta diberi PIN untuk mengakses soal nantinya. Sesudah registrasi kita ke loker penitipan barang, semua barang kecuali kartu ujian dan KTP harus dimasukin loker, termasuk sepatu juga harus dilepas dan dititip di rak sepatu.

Masuk ruang ujian, pokoknya tegang, berdoa-doa, berdzikir, sholawatan banyak-banyak. Apa aja lah disebutin biar gak nervous. Persiapan ini itu nunggu sampai seluruh peserta masuk dan kita berdoa bersama sebelum mulai. Kemudian tes berjalan sesuai dengan aturan main yang aku jelaskan diatas. Jangan lupa login dulu menggunakan No. KTP dan PIN yang diberikan pada saat registrasi di depan. Oh iya, nanti ada istilahnya “PIN Sesi” nanti sebelum tes dimulai PIN Sesinya akan diumumkan Panitia jadi stay focus dimana saja berada biar gak ketinggalan info penting.

Alhamdulillah tes berakhir dan aku dapat skor 486 dengan masing-masing TWK, TIU, dan TKP lulus passing grade. Artinya aku masih harus berlama-lama deg-degan karena yang berhak mengikuti tahapan tes selanjutnya yaitu SKD hanyalah sejumlah 3 kali kuota artinya untuk formasi yang aku pilih kuotanya ada 2, peserta yang berhak lanjut ke tahapan selanjutnya hanyalah 6 orang saja.
Jarak dari selesai SKD ke pengumuman lulus dan melanjut ke tahap SKB itu hampir 3 minggu, waktunya agak mundur dari jadwal yang telah ditentukan. Kemungkinan karena BKN sendiri punya banyak pekerjaan yaitu mengurus seleksi CAT 59 K/L lain ditambah 1 Pemda. Selama 3 minggu itu aku deg-degan tak menentu, mau persiapan SKB juga ragu karena masih ada kemungkinan banyak peserta yang nilainya lebih tinggi dari aku. Tapi karena target aku adalah mendapat nilai paling tinggi, seperti aku bilang diatas saat itu aku masih meragukan seleksi CPNS bersih, setidaknya aku harus mendapat skor tertinggi jadi kemungkinan untuk “digeser” itu sangat kecil. Maka dari itu ditengah ketidakpedean aku masuk ke dalam 6 besar SKD formasi Analis lokasi penempatan Kanreg Banda Aceh, aku tetap belajar buat SKB karena keadaan bisa berbalik bisa saja ternyata nilaiku yang tertinggi kan?

Seleksi Kompetensi Bidang (SKB): CAT dan Wawancara
CAT SKB

Alhamdulillah setelah menunggu beberapa minggu pengumuman hasil SKD keluar dan Alhamdulillah targetku tercapai aku berada di urutan pertama di formasi yang kuambil. Persiapan SKB nya makin gencar.
1.Bertanya ke yang sudah berpengalaman. Aku menghubungi teman yang ketemu waktu SKD Periode I, namanya Yohanti. Aku dengar dia lulus sampai ke tahap SKB jadi aku ingin bertanya gambaran SKB ke si cantik Yohanti karena setelah aku googling Uncle Google tidak memberikan jawaban yang membuatku tenang. Jadi menurutku lebih baik nanya ke Yohanti yang sudah berpengalaman deh. Yohanti menjelaskan SKB yang dilaluinya terdiri atas CAT dan wawancara. Soal CAT kali ini berkaitan dengan bidang formasi yang dilamar. Yohanti melamar di formasi penyuluh dan formasi itu dibuka untuk lulusan Psikologi, Sosiologi dan Hukum. Soal CATnya berkaitan dengan regulasi bidang peyuluhan masyarakat dan materi kuliah dari ketiga jurusan yang melamar di posisi tersebut. Aku disarankan untuk mengulang materi kuliah semester-semester akhir.
2. Ngumpulin materi kuliah. Setelah mencari kembali materi kuliah yang ternyata catatannya ntah dimana dan diktatnya serta handbooknya juga menghilang -mungkin masih sama junior- aku mencoba browsing siapa tau nemu materi kuliah di internet. Akhirnya aku menemukan blog yang masih berhubungan dengan Universitas Terbuka (UT) dan mereka menyediakan soal-soal latihan mata kuliah jurusan administrasi negara dari semester awal sampai semester akhir, mirip soal komprehensif gitu. Sekarang kakak paham gimana perasan dek Nurhayati waktu persiapan kompre di Akuntansi USU itu. Puyengnya sampe mengidamkan puyer ya dek.
3. Download regulasi terkait. Setelah sedikit menyerah membahas soal komprehensif aku istirahat sebentar dengan beralih ke mebaca regulasi terkait. Baca undang-undang kok dibilang istirahat sih ndok? -_-
Waktu itu paket internet aku so low ya sampe mau download juga gak kuat dan kakak aku menawarkan untuk ikut dia ke sekolahnya SMP Negeri 5 Pematangsiantar buat Wi-fi gretong. Mayan cyiin ada wi-fi gratis. Karena aku belum buat daftar regulasi apa aja yang benar-benar dibutuhkan, begitu sampai SMP 5 aku puas-puasin download segala regulasi yang berkaitan dengan PNS mulai dari urusan seleksi sampai urusan Pensiun, mulai dari Undang-undang sampai Perka BKN. Yang paling utama itu aku download regulasi berkaitan dengan Jabatan yang sedang aku lamar. #TahnkYouSMP5 #ThankYouBapak/IbuGuru #ThankYouDoanya
4.Pahami regulasinya. SKB kali ini gak kayak waktu belajar buat SKD gak ada istilah hapal mati soal, gak ada contoh soalnya di internet cuy, buta asli. Jadi aku fokus ke membaca peraturan-peraturan yang ada aja, berkali-kali sampai paham. Kalau perlu buat kayak ringkasan dari regulasi tersebut. Misalnya aku kan lamar formasi analis, nah segala hal yang berkaitan dengan formasi analis yang terdapat di regulasi aku tulis ulang kayak buat ppt waktu kuliah dulu. Biar gampang aja mahaminnya. Kalau baca langsung dari peraturan kan kurang menarik ya. Pokoknya cari cara supaya materi yang harus dibaca dan dipahami itu menarik deh.
5.Aku juga sempat dikasih soal-soal SKB dari situs cpnsonline sama kakaknya temen aku, Kak Icha. Kebetulan Kak Icha punya akses ke situs cpnsonline, dan dengan kebaikan hatinya aku dipinjemin akunnya. Puas-puasin download soal dari situs tersebut dan dipelajari. #KakChaSaranghae. #JogetMoveTaemin

Kita masuk ke D-Day SKB CAT ya, soal lokasi dan waktu serta registrasi masih sama seperti saat SKD, hanya saja aku membawa kartu ujian baru dan teman-teman lainnya memakai kartu ujian yang lama. Tapi gak masalah sih, cuma Panitianya agak heran saja kok kartu aku masih kinclong taunya ya karena memang baru dicetak ulang.

Ntah kenapa hari itu aku agak tidak percaya diri, mungkin karena tidak ada wajah yang familiar atau karena melihat peserta lain duduk berkelompok dan sangat bersemangat berdiskusi tentang ini dan itu termasuk persiapan wawancara, akunya alone. Dasar emang akunya aja sih yang gak pedean ini ya.
Setelah registrasi dan menyimpan barang serta sepatu, kami masuk ke ruang ujian. Seorang Panitia yang menjaga pintu ruang ujian memeriksa kartu ujianku beserta KTP lalu tiba-tiba memanggil temannya yang lain dan berkata demikian.

“Bu, dia orang Siantar lho ini.”
“Oh iya? Posisi apa?” Nada suara si Ibu yang sedang mengatur posisi duduk peserta terdengar tinggi, sepertinya beliau tertarik dengan info yang diberikan temannya.
“Analis dia ini, Bu.” Aku mau menjawab tapi si Ibu yang menjaga pintu sudah menjawabkan untukku.
“Wah calon analis, semoga lulus ya.”

Masyaallah, seketika aku senyum karena bahagia disemangatin Ibu berdua. Aku dengan percaya diri yang sudah recharge to the max level  mengambil posisi dan seperti saat SKD yang lalu, berdoa, berdzikir, sholawatan, terus aja gitu diulang-ulang sampai tes dimulai. 

Aturan mainnya sebagian sama dengan saat SKD, jumlah soal ada 100 dan waktu menyelesaikannya 90 menit, namun tidak ada pembagian materi saat SKB ini dan tidak ada istilah ambang batas (passing grade). Ketika dinayatakan sudah bisa dimulai, aku login dan tercengang melihat soal-soal yang unexpected. Sebagian besar soal bisa aku jawab karena materinya berasal dari regulasi yang sudah aku pelajari, tapi ternyata aku melewatkan banyak hal seperti materi cuti, gaji, golongan, pokoknya yang dasar-dasar tentang PNS deh. Tidak seperti pengalaman Yohanti saat SKB, aku tidak menerima satu pun soal yang berkaitan dengan Administrasi Negara, aku dapat beberapa soal tentang Administrasi Perkantoran dan Manajemen. Dan yang paling buat greget itu aku dapat 13 soal tentang IT. Mana aku paham soal hub, router, modem, koneksi pusat dan lainnya.
I feel so asdfghjkl;’ looking at that questions, guys. 13 soal sist and bro, kalau itu diganti ke soal Administrasi Negara dan kita misalkan deh paling sedikit aku itu menjawab setengahnya dengan benar artinya ada kemungkinan aku mendapat nilai tambahan 30 atau 35 poin.

Ujian CAT berakhir dan di layar komputer tertera skor yang ku dapat yaitu 290. Ini sudah tinggi dibanding teman ku yang telah ujian terlebih dahulu di Jakarta, ya walaupun beda formasi ya. Tapi begitu melihat ke layar komputer sebelah aku kaget karena ternyata peserta disebelahku yang kemudian ku ketahui namanya Kak Risa meraih skor 360. Oh My God! Down lagi cuy. Emang dasar manusia yang gampang down kali ya akunya. #JadiMalu #JanganDitiru

Tapi pengalaman teman yang mengambil posisi lain berbeda, soal yang mereka terima itu seperti yang diceritakan Yohanti, sebagian tentang regulasi sebagian tentang materi kuliah. Mungkin beda posisi beda model soal ya.

Setelah selesai kita diarahkan kembali ke aula tempat registrasi tadi untuk menunggu jadwal dipanggil wawancara.

Wawancara

Di aula aku duduk sebelahan dengan Kak Risa si peraih skor SKB yang fantastis tadi. Orangnya menyenangkan dan mengayomi jadi aku gak segan menceritakan kepadanya tentang kesedihanku mendapat 13 soal IT dan hanya meraih skor 290. Kak Risa sangat peka dan menghiburku. Katanya tidak masalah karena nilai SKD ku lumayan tinggi bahkan waktu SKD kemarin aku peringkat 1 untuk peserta yang ujian di Kanreg Medan dan Kak Risa sendiri peringkat 3.
“Aaa~ what else do I want? I just want to be the 1st on this formation, but God let me be the 1st among test taker here.” Aku ngomong dalam hati ini, sadar diri.
Kak Risa masih tetap memberi semangat, katanya Insyaallah kalau memang sudah rezeki kita, pasti Allah kasih itu. Insyaallah.

Akhirnya wawancara dimulai, beberapa peserta sudah dipanggil masuk ke dalam ruangan untuk melakukan wawancara. Beberapa menit kemudian aku juga menyusul dipanggil ke sebuah ruangan untuk diwawancarai. Pewawancara saat itu adalah seorang Bapak yang aku lupa namanya dan Ibu Vivin, Kasubbag Kepegawaian Kanreg Medan.

Aku tidak ada persiapan khusus untuk menghadapi wawancara, hanya memahami dengan baik posisi yang aku lamar berdasarkan regulasinya yaitu Permen PAN-RB tentang Jabatan Fungsionalis Analis Kepegawaian dan Angka Kreditnya dan satu hal lagi yang aku pahami dengan baik dan merupakan sebuah keharusan adalah diriku sendiri.

Yup! Masuk ke sesi wawancara.

Berbeda dari wawancara-wawancara yang pernah aku alami, wawancara kali ini tidak dimulai dengan kalimat “ceritakan tentang diri Anda.” Bapak pewawancara malah bertanya tentang kegiatan yang aku lakukan di waktu senggang ketika tidak ada jadwal kuliah. Untuk pertanyaan yang satu ini, aku ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada UKMI Assiyasah FISIP USU, IMDIAN FISIP USU, Surfaid International (NGO), and my lovely student Risa, pertanyaannya tidak berhenti ketika masa kuliah saja guys, setelah tamat kuliah Bapak dan Ibu pewawancara juga ingin tau bagaimana aku mengisi waktu luangku, oleh karena itu ucapan terimakasih juga aku sampaikan kepada Komunitas Pemuda Peduli Panti dan Komunitas Apheresis Medan.

Because my experience with you all, I gain a level max of self confidence to start a great interview session. For that, I say thank you, may Allah loves you all.

Aku akan list daftar pertanyaan yang ditanyakan waktu wawancara, mungkin tidak berurutan dan banyak yang kelupaan ya. Oiya sebagian pertanyaan yang diajukan juga di akhir wawancara dijelaskan Bapak pewawancara maksud dan tujuannya ditanyakan kepada peserta, jadi aku juga akan tuliskan yang aku ingat dan mungkin akan tercampur dengan sedikit opiniku ya.
1.Kegiatan di hari libur ketika kuliah. Pertanyaan ini ditujukan untuk mengetahui seberapa baik kita menggunakan waktu senggang kita.
2. Apa masalah terbesar yang pernah kita hadapi dalam hidup. Pertanyaan ini ditujukan untuk melihat bagaimana cara kita menilai kehidupan dan mengatasi masalah tersebut.
3. Kenapa memilih menjadi PNS? Gajinya kecil,  kerjaannya banyak, bla bla bla. Ini sih pertanyaan Bu Vivin. Aku jawab setulus mungkin alasanku kenapa mau jadi PNS dan tentunya serasional mungkin ya. Lu mencoba tulus tapi gak masuk akal ya ntar dianggap ngomong doang.

***
Yang ini aku jawab deh, karena kayaknya bagian ini layak dibagi ke publik. Alasan aku menjadi PNS itu ada 3, yaitu materi, kesempatan mengembangkan diri, kontribusi kepada masyarakat.
1.Tidak ada tempat lain yang lebih baik bagi seorang Sarjana Administrasi Negara untuk berkarir selain di instansi pemerintah. Ilmu yang telah dipalajari selama perkuliahan akhirnya menemukan lokasi penerapannya. Selain itu dengan menjadi analis kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan di bidang pemerintahan dan publik juga semakin terbuka dan ada hal lain yang membuat aku sumringah ketika melamar menjadi analis, mungkin agak pribadi tapi berhubungan dengan pekerjaan  yaitu dengan menjadi analis aku tetap bisa melakukan kegiatan penelitian atau pun berkontribusi di bidang pendidikan. Hal ini terlampir di dalam Permen PAN-RB tentang Jabatan Fungsionalis Analis Kepegawaian Beserta Angka Kreditnya.  Ya walaupun bukan termasuk ke dalam tugas utama, tapi aku tetap punya kesempatan untuk mengembangkan diri di bidang yang aku suka sekaligus mendapat angka kredit. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?
2.Kesempatan berkontribusi kepada masyarakat. Kalau sebelumnya aku bergabung dalam komunitas sosial sebagai part-timer volunteer yang melayani masyarakat, sekarang dengan melamar menjadi PNS aku punya kesempatan melayani masyarakat juga tapi lebih profesional dengan menjadi full timer civil servant dan dibayar oleh negara. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?
3.Materi, seperti yang Bu Vivin katakan gaji PNS memang kecil dibanding dengan pekerjaan lain. Ibu mah nakut-nakutinnya gak buat takut. Gaji memang tidak sebesar teman-teman pengusaha atau pegawai BUMN atau pun perusahaan asing. Tapi Insyaallah cukup, toh jaminan ini itunya lengkap kan. Pekerjaan dengan materi paling stabil se-Indonesia ya jadi PNS. Bena kan cuy?
***

4. Kenapa memilih ke Banda Aceh? Apa tidak sedih pisah dengan orang tua? Gimana nanti setelah lulus? Tidak boleh pindah selama 5 tahun lho. Kalau Ibunya sakit nanti kamu sedih. Aceh berbeda lho dengan Medan. Syariat Islamnya ditegakkan disana, nanti kamu tidak betah. Bla bla bla. Tipikal Bu Vivin kalau interview nakut-nakutin ya. Tapi gak seram Bu. Hehe #MaapkanYaBu #KamiSayangBuVivin
5. Sebagian pertanyaan ketika SKD bagian TKP juga ditanyakan ulang disini. Bapaknya juga minta dijelaskan alasan aku memilih jawaban tersebut.
6. Bagaimana kalau ketika sampai di Aceh kamu diminta melakukan pekerjaan PNS lulusan SMP seperti fotocopy, buat kopi, ambilkan air minum? Kamu mau? Kan kamu lulusan sarjana. Ternyata menurut Bapak pewawancara pertanyaannya ditujukan untuk mengetahui seberapa besar usaha kita untuk menghormati orang yang lebih tua.
7. Apakah formasi yang dipilih sudah sesuai dengan ilmu yang dipelajari saat kuliah? Ini ditujukan untuk mengetahui seberapa besar minat kita terhadap formasi yang kita lamar.
8. Formasi Analis itu prestasinya dinilai berdasarkan angka kredit, apa kamu punya cara untuk meningkatkan prestasi kamu? Sekali lagi pertanyaan tentang pemahaman kita akan formasi yang kita lamar muncul.
9. Kamu setuju BKN mensyaratkan adanya sertifikat TOEFL dengan skor 480 bagi pelamarnya? Bukankah BKN terlalu banyak tuntutan untuk pelamar? Tujuan pertanyaan Bapak pewawancara menyanyakan ini tidak dijelaskannya tapi aku sarankan kalau ketemu pertanyaan semodel ini, jadilah pemerintah ketika menjawabnya. Itu kebijakan yang berasal dari pemerintah artinya kebijak tersebut meskipun mengundang kontroversi pastilah sesuatu yang telah dipertimbangkan dengan baik oleh pengambil kebijakan. Singkatnya it’s a good policy but you have to give a rational answer biar kelihatan statusnya sebagai warga negara yang kritis memikirkan kemajuan bangsa ini. #Ceileeee
Oiya, tujuan BKN untuk mempersyaratkan pelamar melampirkan sertifikat TOEFL adalah kemungkinan besar akan banyak Tugas Belajar dari pemerintah jadi BKN hanya menerima pelamar yang siap untuk melaksanakan tugas tersebut.
10. Gimana kalau ada promosi jabatan yang mengharuskan kamu kuliah lagi? Dengan atau tanpa adanya beasiswa atau Tugas Belajar?
11. Akhirnya ada juga sesi perkenalan diri menggunakan Bahasa Inggris hampir di akhir sesi wawancara. I’m so done with this session. Conversation aku itu berantakan sekali apalagi itu sesi wawancara, makin parah deh karena campur nervous.

Udah ya itu aja. Pertanyaan ini mungkin berbeda dengan pertanyaan yang di dapat teman-teman lain. Be carefull and also full of confidence with your first line, it’ll lead you to have a good interview session.  Oiya for your information, aku gak begitu bagus ketika wawancara karena aku hanya mendapat nilai 83,61% dan itu berada di urutan ke 5 dari 6 peserta wawancara. Mungkin karena Bahasa inggris? Tapi aku sadar sih masih banyak kekurangan disana sini ya. 

Pengumuman Akhir
Jarak antara SKB dan pengumuman akhir seperti biasa 3 mingguan dan sudah tentu ngaret dari jadwal yang telah ditetapkan ya karena memang dari awal sudah agak ngaret. Tapi gak masalah ya cuy, yang penting deg-degan. Apasih, Pit? 

Kebetulan paket internet aku lagi habis saat itu dan aku malas ke Indomar*t buat isi pulsa jadinya aku cuma ngandalin kuota gratisan dari provider yang 10MB perharinya itu lho. 10 MB bisa buat apaaaa? scroll TL sekejap dah habis pun. Hahaha. Berhubung cuma 10MB jadi aku maksimalkan penggunaannya dengan mengabari salah satu peserta kenalan aku dari Jayapura, Kak Chikita, supaya ketika pengumuman keluar tolong kabari aku. See? Aku memang payah soal lihat pengumuman, semuanya orang lain deluan tau baru aku. #JanganDitiru

Sore yang ntah cerah ntah mendung, aku gak tau karena aku tidur aja sejak siang, masuklah pesan WA dari Kak Chikita ngucapin selamat beserta dengan dokumen pengumuman. Alhamdulillah kami berdua lulus. 

Udah itu aja bagian pengumuman akhir.



Itu tadi cerita aku tentang ikhtiar ataupun usaha-usaha yang aku lakukan selama mengikuti seleksi CPNS. Kalau ada yang sudah baca post aku di awal-awal Januari pasti bingung ya. Ini anak kontradiksi kali lah ucapan sama perbuatan. Katanya hopeless tapi ikhtiarnya jor-joran. Ambil yang baiknya aja ya dari cerita aku. Prinsip aku, ketika aku melakukan sesuatu walaupun aku gak suka, walaupun aku tidak memberikan hatiku sepenuhnya, walaupun aku hopeless, aku tetap harus mengusahakan yang terbaik. Aku lebih ikhlas menangis ketika tidak mendapatkan sesuatu karena memang Allah yang sedang menguji kesabaranku daripada harus menangis karena menyesal tidak melakukan yang terbaik.

Terus itu soal doa? Kok tidak melakukan yang terbaik juga? Sebenarnya aku juga khawatir dengan ikhtiarku yang hanya dibarengi sedikit doa. Mau doa banyak-banyak sama Allah juga malu karena sempat ngambekan. Maka dari itu aku melakukan hal lain. Apakah itu? Gak mau nebak ya? Ya udah gak apa, aku akan tetap kasih tau.

Buat kamu yang hubungannya sedang kurang romantis dengan Allah, jangan takut untuk memperbaiki hubunganmu dengan-Nya. Kalau kamu takut ikhtiarmu tidak memberikan hasil yang diharapkan karena doamu sedikit, atau khawatir doamu tidak sampai ke langit, berbuat baiklah kepada makhluk Allah yang kamu temui. Kita tidak akan pernah tau makhluk Allah yang mana yang doanya punya akses free pass untuk ke langit. Apakah doa Ibu dan Bapak kos? Doa teman-teman baik? Doa tante-tante penjual jambu di Pajak Horas? Doa Bapak Gojek yang ngantar pulang dari kampus USU? Doa Ibu-ibu yang kita jumpai di kereta api? Doa adik-adik Panti? Jangan ragu minta didoakan mereka, setidaknya salah satu dari kata “Aamiin” yang keluar dari mereka akan sampai ke langit. Dan jangan lupa, yang paling utama itu adalah doa dan restu dari orang tua dan keluarga.
Yang hubungannya sedang tidak romantis dengan Allah saja tidak diabaikan Allah,apalagi teman-teman yang masuk kategori anak sholeh. Ketika ikhtiarnya lancar pun doanya lancar, Inysaallah Allah kabulkan. Kalau tidak dikabulkan ikhlaskan saja karena Allah sedang siapkan yang lebih baik buat hamba-Nya.

Ayo ayo, kami para Analis sedang menanti untuk mengurus NIP teman-teman ketika bergabung di pemerintahan. Semangat teman-teman pejuang CPNS!

Salam dari anak Siantar yang empat hari lagi akan dinas di Kantor Pusat BKN!


PS: ngetiknya sudah dari tanggal 21 tapi baru di post hari ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review] Esprecielo Allure - Japanese Green Tea Latte: Menikmati Green Tea ala Kafe di Rumah

Hi Assalamualaikum..

Selamat bertemu hari Jum'at yang penuh berkah. Hari ini aku mau berbagi review dari salah satu jenis minuman kesukaanku yaituuuuu.... green tea! Yeaaay!! Lebih tepatnya aku mau review matcha sih. Aku pertama kali nyobain matcha itu di Solaria dan langsung jatuh cinta.




[Review] The Path of Tears : Sebuah Karya Dita Safitri

Assalamualaikum..
Hai hai.. Happy-body how are you? Kalau aku lagi baik-baik aja seperti biasa dan sedang berbahagia karena cuaca Medan hari ini bersahabat. 
Kali ini aku mau review novel karya teman aku dong. Bangga
Jadi sebenarnya novel ini udah lama ada di aku sekitar tahun 2013 tapi baru terpikir mau ngulasnya hari ini. Teman macam apa kamu Pit?

[Review] Wardah Perfect Curl Mascara

Hi Assalamualaikum..
Aku balik lagi doooong~ Ada yang rindu ga? Perasaan ya haha… Bawa review produk lagi dong. Tapi kali ini produk make-up yaass.. Yang mau nungguin review makanan lain kali ya readers kesayangan. *sok udah punya readers*
Ada yang punya keluhan bulu mata? Kependekan? Ketipisan? Keturunan? *yang ini ambigu* maksud aku ga lentik gitu, ada ga? Aku dong bulu matanya ketipisan. Nah, kalau punya keluhan sama kayak aku berarti harus tetap baca tulisan ini sampai selesai yaaas..
Yang punya masalah soal bulu mata berarti harus berburu mascara dong kalau mau tampilannya lebih natural. Bisa aja sih disiasati pakai bulu mata tapi repot kan mak hari-hari nempelin bulu mata.
Produk yang aku review kali ini Perfect Curl Mascara dari Wardah. Let’s start it!