Langsung ke konten utama

Kilas Balik Kehidupan 2017 versi Fitri Puspita

Assalamualaikum readers.

Gimana kabarnya? Tidak terasa kita sudah meninggalkan tahun 2017 dan sudah menjalani hari ke tiga di tahun 2018. Seperti biasa pasti menjelang akhir tahun atau awal tahun kita semua punya daftar mimpi dan cita-cita yang ingin kita wujudkan dalam setahun.
Sebelum menuliskan mengenai harapan-harapan yang ingin aku capai di tahun ini, aku mau kilas balik dulu bagaimana aku menjalani tahun 2017.




Lulus CPNS
Banyak kejadian yang terjadi di tahun 2017, puncaknya terjadi pada Desember ketika aku dinyatakan lulus seleksi CPNS menjadi seorang Analis Kepegawaian Pertama di Badan Kepegawaian Negara. Alhamdulillah Ya Allah after 3 years akhirnya adek gak nganggur lagi. Hahaha.


Jadi Asisten Peneliti dan Asdos Ala Kadarnya
Sebenarnya aku bukan pengangguran dalam artian tidak punya kerjaan sama sekali. Walaupun secara resmi tidak terdaftar sebagai staf di kampus, tahun lalu aku itu masih sering bolak-balik kampus FISIP USU tercinta dalam rangka mengembangkan kompetensi diri sebagai salah satu alumni Departemen Ilmu Administrasi Negara. Intinya lo ngapain sih?  Sejak 2015 sampai pertengahan 2017 aku itu jadi asisten penelitinya Mr. Robinson, salah satu dosen Departemen Ilmu Administrasi Negara. Puncak eksistensi aku sebagai asisten itu dimulai ketika di awal tahun 2017 aku ditawari masuk kelas sebagai Asisten Dosen karena pada saat itu aku niat sekali mau melanjutkan S2 jalur beasiswa. Jadi, ketika saatnya tiba saat apa ini aku juga bingung aku itu sudah punya “jam terbang” ngajar di dalam kelas. Yuhuuuuu, agak kece ya kedengarannya. Aku ikut di dua kelas Mr. Robinson yaitu Metode Penelitian Administrasi Negara (MPAN) dan Pembangunan Pariwisata. Don’t get me wrong, aku cuma masuk kelas dan sesekali berdiskusi dengan adik-adik junior karena kompetensi aku belum mencapai level Asdos yang bisa ditinggal begitu aja di dalam kelas tanpa dosen utama dan menghadapi puluhan mahasiswa. Hehehe.
Still thanks to Mr. Robinson Sembiring for the chance he gave to me. I’m so grateful for all the knowledge and love he gave me. He is so kind and warm hearted father, I even made a mess but he forgave me and said if I have problems I have to tell him because for him he is also my father. Dan akunya tetap menjadi anak durhaka. Maafkan saya Bapak. Huhuhu, mewek.

Sertifikasi Brevet A&B
Selain mengembangkan kompetensi diri melalui jalur penelitian dan ngasdos, aku juga ikut kelas Brevet A&B di Tax Centre USU. Niatnya sih setelah lulus Brevet A&B aku mau melamar pekerjaan kantoran, jadi ketika Ibu-ibu HRD nanya tentang skill yang aku punya, akunya udah PD mengatakan “I can solve any tax problem Ma’am.” Banyak gaya. Haha. Atau ya kalau ada rejeki niatnya mau ambil ujian konsultan pajak ke Jakarta. Karena sekarang statusnya sudah CPNS kayaknya sertifikat Brevet A&B nya tidak diperlukan ya. Semoga ilmunya tetap awet dan suatu saat bermanfaat. Aaamiin.

Jadi Volunteer yang Kurang Budiman
Selain meneliti dan ngasdos, 2017 aku juga masih on-off jadi volunteer di Triple-P dan Apheresis Medan. Ya kalau rajin datang ke Panti atau ke Rumah Sakit acara pekan gizi. Hehehe
Kedepannya aku harus lebih niat lagi, lebih kelihatan lagi usahanya untuk menjadi volunteer yang budiman karena aku berhutang besar sama Triple-P dan Apheresis Medan. Ceritanya aku sampai merasa berhutang itu aku lanjut di post aku tentang Road to BKN 2017 aja ya di lain waktu.

Sampai disini dulu post aku kali ini. Aku tau ini unfaedah bagi readers tercinta hahahaha, tapi makasih lho sudah dibaca sampai akhir.

Salam dari Siantar yang sedang hujan deras.
XOXO

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review] Esprecielo Allure - Japanese Green Tea Latte: Menikmati Green Tea ala Kafe di Rumah

Hi Assalamualaikum..

Selamat bertemu hari Jum'at yang penuh berkah. Hari ini aku mau berbagi review dari salah satu jenis minuman kesukaanku yaituuuuu.... green tea! Yeaaay!! Lebih tepatnya aku mau review matcha sih. Aku pertama kali nyobain matcha itu di Solaria dan langsung jatuh cinta.




[Review] The Path of Tears : Sebuah Karya Dita Safitri

Assalamualaikum..
Hai hai.. Happy-body how are you? Kalau aku lagi baik-baik aja seperti biasa dan sedang berbahagia karena cuaca Medan hari ini bersahabat. 
Kali ini aku mau review novel karya teman aku dong. Bangga
Jadi sebenarnya novel ini udah lama ada di aku sekitar tahun 2013 tapi baru terpikir mau ngulasnya hari ini. Teman macam apa kamu Pit?

[Review] Wardah Perfect Curl Mascara

Hi Assalamualaikum..
Aku balik lagi doooong~ Ada yang rindu ga? Perasaan ya haha… Bawa review produk lagi dong. Tapi kali ini produk make-up yaass.. Yang mau nungguin review makanan lain kali ya readers kesayangan. *sok udah punya readers*
Ada yang punya keluhan bulu mata? Kependekan? Ketipisan? Keturunan? *yang ini ambigu* maksud aku ga lentik gitu, ada ga? Aku dong bulu matanya ketipisan. Nah, kalau punya keluhan sama kayak aku berarti harus tetap baca tulisan ini sampai selesai yaaas..
Yang punya masalah soal bulu mata berarti harus berburu mascara dong kalau mau tampilannya lebih natural. Bisa aja sih disiasati pakai bulu mata tapi repot kan mak hari-hari nempelin bulu mata.
Produk yang aku review kali ini Perfect Curl Mascara dari Wardah. Let’s start it!