Langsung ke konten utama

[Review] The Path of Tears : Sebuah Karya Dita Safitri

Assalamualaikum..
Hai hai.. Happy-body how are you? Kalau aku lagi baik-baik aja seperti biasa dan sedang berbahagia karena cuaca Medan hari ini bersahabat. 

Kali ini aku mau review novel karya teman aku dong. Bangga
Jadi sebenarnya novel ini udah lama ada di aku sekitar tahun 2013 tapi baru terpikir mau ngulasnya hari ini. Teman macam apa kamu Pit?
 


Aku punya sedikit cerita soal novel ini. Pertama, sebenarnya novel ini bukan punya aku. Malu-maluin
Pemiliki sah novel ini (ig: @devisahrani yuk difollow). Kedua, sekitaran tahun 2013 Depi mau ketemuan sama Dita dalam rangka mini meet and greet dengan sang penulis alias mau nongki. Waktu itu aku belum temenan sama Dita. Nah, aku diajak sama Depi  ketemuan sama Dita dan yang lainnya (diajak apa aku yang minta ikutan ya? Lupa lah),  and that moment we became friends 'till now. Yuhuu! Temenan sama author coy! Ketiga, disitu Depi dapat novel ini dari Dita, setelah Depi baca, aku yang baca dan sampai sekarang novel ini masih sama aku. Maaf ya Depi, tak teringat Fitri masih nyimpan novel ini.

Let's start the review, happy-body!
Judul : The Path of Tears
Penulis : Dita Safitri (ig dan twitter: @ensiklopedita yang ini juga difollow ya)
Penerbit : de Teens
Jumlah halaman : 249 halaman
Tahun terbit : 2013
Harga : gak tau ya kan soalnya bukan aku yang beli 

Sinopsis
       "Kentang bernyanyi, gedung monster, lain kali kau pasti bisa menggambarku menjadi kupu-kupu," ucap Joon pelan.
       "Kau..., dari mana kau tahu tentang kentang bernyanyi?" Reaksi Jikyoung yangbtiba-tiba membuat Joon sedikit tersentak kaget. Gadis itu seperti baru saja mendengar tentang kucing kesayangannya yang hilang bertahun-tahun dan baru saja ditemukan. "Kau menemukannya?" tanyanya terus.
       Kang Joon: Pemuda 26 tahun. Bekerja di perusahaan iklan. Menghidupi adiknya, Kang Hyun, dan seorang gadis bernama Jun Jiyeon.
       Jun Jiyeon: Gadis 21 tahun. Tinggal dengan Kang Joon sejak ayahnya mati ditabrak ayahnya Joon. Bertekad menjadi aktris di film yang disutradarai Han Sungjae.
       Han Sungjae: Pemuda 28 tahun. Sutrada yang terikat paksa dengan Jun Jiyeon. Kembali ke Korea dari Amerika untuk menemui gadis yang pernah mencintainya, Hwang Jijyoung.
       Hwang Jikyoung:  Gadis 24 tahun. Pernah sangat mencintai Han Sungjae. Hingga gambar Kentang Bernyanyi mempertemukannya dengan Kang Joon.

Let's see my personal taste about the novel.
Novel ini bernuansa Korea, mulai dari nama tokoh, lokasi, istilah dan segalanya bernuansa Korea. Buat yang non Kpop lovers, jangan khawatir soalnya Dita nulis halaman glosarium, jadi istilah-istilah Korea yang ada di novel ini gak akan buat pembacanya tersesat tak tentu arah ketika mengikuti alur ceritanya. 
Walaupun banyak menggunakan istilah korea, bahasa yang digunakan masih lebih condong ke bahasa Indonesia baku dan mudah dipahami.

Buat my happy-readers yang suka teenlit novel ini cocok untuk kamu.  Tapi buat yang suka novel dengan taste atau genre yang lebih berat aku pikir novel ini masuk kategori not your style. 

Walaupun novel bukan novel yang mampu memenuhi style setiap individu, bukan berarti ini unfaedah ketika dibaca sama my happy-readers, ya. Menurut aku tetap ada pesan moral yang bisa diambil dari novel ini, salah satunya adalah menjadi orang sabar dan tulus seperti tokoh Kang Joon itu tidak akan sia-sia. Semua kebaikan Kang Joon membawa efek positif bagi orang disekitarnya. Wohooo! Kang Joon saranghae! 

 Penasaran sesabar dan setulus apa Kang Joon? Penasaran gimana dia bisa merubah seluruh keadaan disekitarnya menjadi hal positif? Atau my happy-readers penasaran sama alur love story dalam novel ini? Yuk mari dibaca.

So, my happy readers kalau mau dapatin novel ini bisa dicari di Gramedia ya. Gramedia Gajah Mada Medan ada tuh atau dari website de Teens juga bisa dilihat-lihat ya. 

Karyanya Dita sebenarnya udah banyak tapi aku baru baca yang ini aja. Maaf ya Ditaaaaa.. Nanti kalau jodoh sama novel Dita aku pasti baca de.

See you happy-body!
XOXO 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review] Esprecielo Allure - Japanese Green Tea Latte: Menikmati Green Tea ala Kafe di Rumah

Hi Assalamualaikum..

Selamat bertemu hari Jum'at yang penuh berkah. Hari ini aku mau berbagi review dari salah satu jenis minuman kesukaanku yaituuuuu.... green tea! Yeaaay!! Lebih tepatnya aku mau review matcha sih. Aku pertama kali nyobain matcha itu di Solaria dan langsung jatuh cinta.




[Review] Relaxation Time yuk dengan Sumber Ayu Lulur Mandi Whitening+Extra Glowing+Madu

Assalamualaikum.. Apa kabar nih my beauty readers? Rindu tidak dengan aku? Pastinya tidak dong ya. Hahaha sadar diri.
Awal tahun yang berbahagia ini aku mau review produk lulur yang aku gunakan di tahun lalu. Sebelumnya mana nih #TimComotProdukMurah di mini market? Toss dulu dong kita. Hahaha. Beberapa bulan lalu aku lagi nyari serum rambut di minimarket dekat rumah, malah iseng beli lulur, ya kebetulan juga di rumah Siantar lagi kehabisan lulur.