Langsung ke konten utama

Traffic Love

Aku terdiam memandangi setiap sudut halte bis dimana aku duduk sekarang. Seuntai senyum merekah di bibirku. Biasanya kau akan bergelayutan di tiang halte dan menggangguku yang sibuk membaca novel atau sekedar duduk di sampingku sambil memasangkan headset ke telingaku agar aku tau apa yang sedang kau rasakan melalui lagu yang kau putar. Lagi-lagi aku teringat padamu. Aku masih ingat kau katakan kita harus bertemu lagi di sini setelah kau kembali dari China. Perkataanmu menjadi alasan kenapa aku selalu berada di halte ini dan kenapa aku harus berkeliling Seoul menggunakan busway meski Ahjumma memberiku ijin untuk menggunakan mobilnya.

Ck, bodohnya aku yang mempercayaimu. Bahkan kita tidak saling memberitahu identitas masing-masing namun sudah saling menceritakan kisah hidup kita. Bodohnya aku yang tidak tau kapan kau akan kembali namun setia menunggumu di sini setiap hari.
Kau benar, meski terlihat pintar dan mandiri aku adalah gadis bodoh yang gampang tertipu. Yah, aku tertipu olehmu. Tertipu oleh wajah polosmu, tertipu oleh tawa riangmu, tertipu oleh kebaikan yang kau beri selama ini. Meski tertipu tetap saja aku menunggumu. Hemm...
Gadis bodoh, apa kau sedang menungguku?
Aku mengerutkan keningku ketika mendengar sesorang berbisik di telingaku. Ck, aku baru menyadari aku sedang menerima telpon dari seseorang. Dan bodohnya aku setelah dua menit berlalu aku baru mengenali suara si penelpon. 
Kau...
Iya ini aku. Aku kembali. Kau sudah lama menungguku?
...
Kau kurusan. Terlalu banyak mengkhawatirkanku ya? Sekarang sedang hujan, kau tidak kedinginan duduk di sana tanpa menggunakan baju hangatmu? Kenapa tidak pulang saja?
Bagaimana dia tau disini sedang hujan? Bagaimana dia tau aku tidak memakai baju hangat? Berdiri dan mencarinya di sekelilingku adalah cara terbaik untuk menjawab pertanyaanku. Entah berapa lama aku berputar dan mencari sosoknya tetap saja aku tidak menemukannya.
Nona, apa yang kau lakukan? Bisakah kau tidak mencari yang tidak ada dihadapanmu dan mulai melihatku?
Air mataku nyaris mengalahkan derasnya hujan yang turun membasahi jalanan Seoul sore ini. Ku dapati sesosok pemuda berpayung biru tua menyebrangi zebra cross melangkah ke arahku. Senyum jailnya benar-benar membuatku kesal. Pasti dia bahagia sudah membuatu khawatir.
Nona, kau seperti ahjumma yang kehilangan anaknya. Haha
Kau membuatku terlihat seperti itu. Berhenti di situ! Aku tidak mengijinkanmu mendekatiku. 
Kenapa?
Karena aku yang akan berlari ke arahmu.
Ini hanya hujan air bukan hujan batu, apa yang perlu ku khawatirkan? Pun aku sudah basah oleh air mata ku yang terlalu bahagia melihatnya kembali. Tak peduli tentang sekelilingku aku hanya akan berlari dan memeluknya di tengah jalanan Seoul yang sore ini memberikan ruang bagi kami untuk saling melepas rindu.
You really bad boy, how could you make me waiting for you without certainty?
And you know, how much I'm worried thinking about you. Will you believe me? Will you waiting for me? or maybe you've forgot about me.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review] Esprecielo Allure - Japanese Green Tea Latte: Menikmati Green Tea ala Kafe di Rumah

Hi Assalamualaikum..

Selamat bertemu hari Jum'at yang penuh berkah. Hari ini aku mau berbagi review dari salah satu jenis minuman kesukaanku yaituuuuu.... green tea! Yeaaay!! Lebih tepatnya aku mau review matcha sih. Aku pertama kali nyobain matcha itu di Solaria dan langsung jatuh cinta.




[Review] The Path of Tears : Sebuah Karya Dita Safitri

Assalamualaikum..
Hai hai.. Happy-body how are you? Kalau aku lagi baik-baik aja seperti biasa dan sedang berbahagia karena cuaca Medan hari ini bersahabat. 
Kali ini aku mau review novel karya teman aku dong. Bangga
Jadi sebenarnya novel ini udah lama ada di aku sekitar tahun 2013 tapi baru terpikir mau ngulasnya hari ini. Teman macam apa kamu Pit?

[Review] Relaxation Time yuk dengan Sumber Ayu Lulur Mandi Whitening+Extra Glowing+Madu

Assalamualaikum.. Apa kabar nih my beauty readers? Rindu tidak dengan aku? Pastinya tidak dong ya. Hahaha sadar diri.
Awal tahun yang berbahagia ini aku mau review produk lulur yang aku gunakan di tahun lalu. Sebelumnya mana nih #TimComotProdukMurah di mini market? Toss dulu dong kita. Hahaha. Beberapa bulan lalu aku lagi nyari serum rambut di minimarket dekat rumah, malah iseng beli lulur, ya kebetulan juga di rumah Siantar lagi kehabisan lulur.